PROPOSAL BISNIS: PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA GENJAH TERINTEGRASI by KOPERASI DESA MERAH PUTIH (KDMP) ROJOPOLO DAN KALIBOTO KIDUL


KOPERASI DESA MERAH PUTIH (KDMP) ROJOPOLO
Jalan Kabupaten 49 Rojopolo Jatiroto 67355

Perihal: PROPOSAL BISNIS: PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA GENJAH TERINTEGRASI
KOPERASI DESA MERAH PUTIH (KDMP) ROJOPOLO DAN KALIBOTO KIDUL KECAMATAN JATIROTO

Rencana Lokasi Proyek: Lahan HGU PT SGN Djatiroto (81 Hektar) - sedang dilakukan pendalaman materi dan koneksi untuk menyusun draft kerjasama/permohonan CSR
Rencana KSO; Proses drafting

I. PROFIL INSTITUSI
A.
 * Nama Koperasi:
Koperasi Desa Merah Putih Rojopolo.
 * Alamat: Jln Kabupaten No 49 Krajan Kidul, Rojopolo, Jatiroto, Kab. Lumajang, Jawa Timur.
 * Nomor Induk Koperasi (NIK): 3508110060014.
 * Nomor Badan Hukum: AHU-0009308.AH.01.29.TAHUN 2025.
 * Susunan Pengurus (2025-2028):
   * Ketua: Ery Abd. Nasir Pelupessy.
   * Wakil Ketua: Ahmad Rofiq & Iksan Arison.
   * Sekretaris: Nur Hasanah.
   * Bendahara: Muhammad Jamaluddin.
B. 
 * Nama Koperasi:
Koperasi Desa Merah Putih Kaliboto Kidul
 * Alamat: Jln Kabupaten No 49 Krajan Kidul, Rojopolo, Jatiroto, Kab. Lumajang, Jawa Timur.
 * Nomor Induk Koperasi (NIK): 3508110060014.
 * Nomor Badan Hukum: AHU-0009308.AH.01.29.TAHUN 2025.
 * Susunan Pengurus (2025-2028):
   * Ketua: Ery Abd. Nasir Pelupessy.
   * Wakil Ketua: Ahmad Rofiq & Iksan Arison.
   * Sekretaris: Nur Hasanah.
   * Bendahara: Muhammad Jamaluddin.


II. PENDAHULUAN & LATAR BELAKANG
Berdasarkan visi inovasi desa untuk menciptakan unit usaha baru di luar simpan pinjam konvensional, KDMP Rojopolo bermaksud melakukan diversifikasi usaha di sektor riil melalui pemanfaatan lahan produktif. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan arus kas (cashflow) berkelanjutan guna memperkuat kemandirian ekonomi desa dan menjamin kemampuan koperasi dalam memenuhi kewajiban finansialnya.

III. RENCANA PROYEK
 * Jenis Komoditas: Kelapa Genjah (Varietas unggul dengan masa panen lebih cepat).
 * Lokasi: Lahan HGU PT SGN Djatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.
 * Luas Lahan: 81 Hektar.
 * Skema Kerja Sama: Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).
 * Tujuan: Mengubah lahan yang tersedia menjadi aset produktif jangka panjang dengan recurring revenue yang stabil.

IV. ESTIMASI ANGGARAN
- (ALOKASI DANA OPERASIONAL/PINJAMAN HIMBARA SENILAI RP 200 JUTA. Gabungan 2 KDMP RP 400 juta)

Dana sebesar Rp 400.000.000,- akan dialokasikan sebagai modal awal operasional dengan rincian estimasi sebagai berikut:
 * Pengadaan Bibit Unggul: Pembelian bibit kelapa genjah bersertifikat.
 * Persiapan Lahan & Penanaman: Pembersihan lahan, pembuatan lubang tanam, dan ongkos tenaga kerja lokal.
 * Sarana Produksi Pertanian (Saprodi): Pupuk organik/kimia, pestisida, dan peralatan pertanian dasar.
 * Operasional & Pendampingan: Biaya koordinasi lapangan, pengawasan, dan pelatihan teknis bagi tenaga kerja desa.
V. STRUKTUR ORGANISASI PROYEK
Manajemen proyek akan mengadopsi pola kerja sistematis yang telah diterapkan pada unit usaha KDMP lainnya:
 * Penanggung Jawab: Pengurus Harian KDMP Rojopolo & Kaliboto Kidul serta Pengawas.
 * Manajer Lapangan: Bertanggung jawab atas teknis budidaya dan pencapaian target tanam. Ditunjuk dalam RKA KSO oleh Pengurus Harian (2 Ketua dan Pengawas)

 * Administrasi & Keuangan: Mengelola pelaporan dana CSR/PKBL dan dokumentasi progres.
 * Tenaga Lapangan: Melibatkan warga desa setempat untuk mendukung penyerapan tenaga kerja lokal.

VI. ANALISIS DAMPAK & KEBERLANJUTAN
 * Dampak Ekonomi: Menciptakan sumber pendapatan baru bagi koperasi yang dapat menopang beban biaya operasional dan memperkuat aset koperasi.
 * Dampak Sosial: Mempererat persatuan warga melalui kerja sama komunal (Mercu Suar Persatuan) dalam pengelolaan lahan desa.
 * Mitigasi Risiko: Kerjasama dengan PT SGN sebagai mitra teknis dan pasar (off-taker) untuk meminimalisir risiko gagal bayar atau NPL.
VII. PENUTUP
Proposal ini disusun sebagai langkah nyata KDMP Rojopolo dan Kaliboto Kidul dalam melakukan inovasi dan diversifikasi usaha. Dengan dukungan dana CSR/PKBL dan pemanfaatan lahan HGU PT SGN, proyek ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Desa Rojopolo dan Kaliboto Kidul serta sekitarnya.

Dibuat di: Jatiroto
Atas Nama: Koperasi Desa Merah Putih Rojopolo & Koperasi Desa Merah Putih Kaliboto Kidul

TAMBAHAN DAN PENYEMPURNAAN PADA DRAF PROPOSAL

III. RENCANA PROYEK (DIPERLUAS)

· Jenis Komoditas & Teknologi Bibit: Selain varietas unggul Genjah Entok yang telah terbukti cepat panen dan adaptif , proyek akan mengeksplorasi benih berkualitas tinggi hasil teknologi kultur jaringan embryogenesis somatik untuk peremajaan dan peningkatan produktivitas tanaman secara berkelanjutan .
· Visi Operasional: Membangun perkebunan kelapa modern sebagai Infrastruktur Hijau (Green Infrastructure) yang produktif, berfungsi sebagai penyerap karbon, konservasi tanah, dan penopang keanekaragaman hayati lokal, sejalan dengan prinsip ekonomi hijau .

IV. ESTIMASI ANGGARAN (DIPERLUAS)

Alokasi dana Rp 400.000.000 akan ditambah dengan pos anggaran baru untuk digitalisasi: (disusun ulang)

· Pengadaan Platform & Aplikasi Digital: Lisensi/subskripsi aplikasi manajemen perkebunan dan pelatihan.
· Paket Data & Perangkat Pendukung: Untuk koordinasi tim lapangan dan akses informasi.
· Pengembangan Kapasitas SDM Digital: Pelatihan literasi digital bagi pengurus dan anggota.

---

VIII. METODE KERJA TERDIGITALISASI

Metode kerja akan mengadopsi kerangka "Smart Cooperative Farming" untuk efisiensi, transparansi, dan skalabilitas.

1. Perencanaan & Persiapan Digital

· Pemetaan Lahan Digital: Menggunakan aplikasi GIS (Google Earth, QGIS) untuk membagi 81 hektar menjadi blok-blok manajemen, menganalisis topografi, dan merencanakan drainase.
· Sistem Manajemen Proyek: Platform seperti Trello atau Asana untuk mengelola timeline, tugas (penyiapan lahan, penanaman), dan dokumentasi real-time.

2. Operasional Budidaya Berbasis Data

· Panduan Budidaya Digital: Memanfaatkan aplikasi khusus seperti "Coconut App" (contoh dari Sri Lanka) yang menyediakan informasi teknis, video pengendalian hama/penyakit, dan akses ke konsultasi ahli .
· Logbook & Monitoring Elektronik: Mengganti catatan fisik dengan aplikasi mobile (contoh: Plantix, Appsindo) untuk merekam kegiatan harian (pemupukan, penyiraman), memantau pertumbuhan, dan melaporkan gejala serangan hama secara cepat dengan foto .

3. Manajemen Keuangan & Administrasi Transparan

· Sistem Akuntansi Koperasi Digital: Menggunakan software akuntansi (contoh: Jurnal, Jojonomic) untuk mencatat semua transaksi proyek secara real-time, memisahkan cash flow dari unit usaha lain.
· Digital Documentation: Menyimpan semua dokumen (MoU, invoice, laporan kemajuan) pada penyimpanan cloud (Google Drive) yang terstruktur.

---

IX. APLIKASI PENDUKUNG UNTUK OPTIMALISASI PROYEK

Berikut adalah katalog aplikasi yang dapat diadopsi:

Aplikasi: Coconut App

· Fungsi Utama: Pusat informasi budidaya kelapa, identifikasi hama/penyakit, video tutorial, dan jalur komunikasi dengan penyuluh .
· Kesesuaian: Sangat spesifik untuk komoditas kelapa.
· Model: Dapat diadopsi dan dikembangkan versi lokal bekerja sama dengan Dinas Pertanian.

Aplikasi: SAPA (Sistem Aplikasi Perkebunan Aceh) atau sejenis

· Fungsi Utama: Pencatatan kegiatan harian, stok saprodi, monitoring tenaga kerja, dan pelaporan produksi.
· Kesesuaian: Dirancang untuk skala perkebunan.
· Model: Evaluasi kelayakan untuk diadaptasi.

Aplikasi: Plantix / InaAgri

· Fungsi Utama: Diagnosa penyakit tanaman melalui foto, rekomendasi penanganan, kalender tanam.
· Kesesuaian: Mudah digunakan oleh tenaga lapangan.
· Model: Langsung diunduh dan digunakan.

Aplikasi: Jurnal / Accurate Online

· Fungsi Utama: Akuntansi, pencatatan keuangan, pembuatan invoice, dan laporan keuangan.
· Kesesuaian: Untuk tata kelola keuangan koperasi yang rapi.
· Model: Berlangganan sesuai skala usaha.

---

X. KAJIAN DAMPAK & KONTRIBUSI PADA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MENUJU INDONESIA EMAS 2045

Proyek ini secara strategis selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan menjadi katalis di tingkat desa untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 .

Kontribusi terhadap 8 Agenda Transformasi RPJPN 2045:

1. Transformasi Ekonomi: Proyek ini adalah diversifikasi usaha riil koperasi  yang meningkatkan produktivitas melalui inovasi teknologi (digital dan kultur jaringan) . Ini menguatkan ekonomi produktif pedesaan dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas .
2. Transformasi Sosial: Menciptakan lapangan kerja dan pelatihan keterampilan baru (pertanian modern, digital) bagi warga, meningkatkan kualitas SDM desa .
3. Ekonomi Hijau & Ketahanan Ekologi: Perkebunan kelapa adalah infrastruktur hijau yang menyerap karbon . Model ekonomi sirkular akan dikembangkan, mengolah sabut, tempurung, dan air kelapa menjadi produk bernilai tambah (cocopeat, arang aktif, pupuk cair/nata de coco), meminimalkan limbah .
4. Pembangunan Merata & Berkeadilan: Menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Desa Rojopolo, mengurangi kesenjangan desa-kota, dan memberdayakan masyarakat lokal .
5. Peningkatan Daya Saing SDM: Pelatihan berkelanjutan akan meningkatkan kapasitas anggota koperasi dalam budidaya modern, manajemen, dan pemasaran digital .
6. Ketahanan Sosial Budaya: Menguatkan kohesi sosial melalui kerja sama komunal dalam mengelola aset desa ("Mercu Suar Persatuan").
7. Penguatan Tata Kelola: Menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas melalui sistem administrasi dan keuangan digital, membangun tata kelola koperasi yang berintegritas .
8. Kesinambungan Pembangunan: Menghasilkan recurring revenue jangka panjang dari buah kelapa segar dan produk turunan, menjamin keberlanjutan finansial koperasi untuk mendukung program sosial lainnya.

---

XI. ROADMAP IMPLEMENTASI & REKOMENDASI

1. Fase Inisiasi (Bulan 1-3): Penyempurnaan proposal, negosiasi kontrak dengan PT SGN, dan sosialisasi ke anggota. Rekomendasi: Segera ajukan proposal ke program CSR/PKBL PT SGN dengan penekanan pada aspek keberlanjutan dan digitalisasi.
2. Fase Persiapan Digital & Lahan (Bulan 4-6): Pelatihan aplikasi dasar untuk pengurus, pemetaan lahan digital, dan persiapan fisik. Rekomendasi: Gunakan grant awal untuk investasi dalam pelatihan SDM dan platform digital inti.
3. Fase Operasional Awal (Tahun 1-3): Penanaman, pemeliharaan berbasis monitoring digital, dan penyiapan unit pengolahan limbah sederhana. Rekomendasi: Bangun kemitraan dengan Dinas Pertanian/Perkebunan untuk pendampingan teknis dan akses bibit unggul.
4. Fase Skala & Diversifikasi (Tahun 4 ke atas): Ekspansi produk turunan (minyak kelapa virgin, produk sirkular), dan pemasaran digital. Rekomendasi: Ajukan pembiayaan tambahan ke LPDB atau program green economy untuk pengembangan industri hilir .

Dengan integrasi KSO kedua KDMP di Kecamatan Jatiroto, pendekatan digital, ekonomi hijau, dan keselarasan dengan RPJPN 2045, proyek ini tidak hanya menjawab kebutuhan ekonomi lokal tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun pondasi Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan .
Koperasi Desa Merah Putih Rojopolo
NIK: 3508110060014
CSR Project;

PROPOSAL BISNIS KSO (KERJASAMA OPERASI) KOPERASI DESA MERAH PUTIH KEC. JATIROTO

MEMBANGUN EKOSISTEM HILIRISASI BAGI INDUSTRIALISASI TANAMAN HOLTIKULTURA KELAPA GENJAH HIBRIDA (Cocos Nucifera L.) TERINTEGRASI SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN SERTA PENGEMBANGAN PENDAPATAN ASLI DESA
Melalui Skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara KDMP Rojopolo, Sukosari, Kaliboto Kidul dan Banyuputih Kidul (KDMP Kec. Jatiroto)
Lokasi Proyek: Lahan HGU PTPN III/PT SGN PG Djatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang (Luas 81 Hektar)/ Hak Pengelolaan Lahan bagi PKBL
Periode Proyek: 8 Tahun
Diajukan Oleh: Pengurus KSO KDMP Jatiroto
Tanggal: [Tanggal Pengajuan]

Daftar Isi
Ringkasan Eksekutif
Profil dan Legalitas Entitas Pelaksana
Analisis Pasar dan Peluang Bisnis
Rencana Operasional dan Teknis
Struktur Organisasi dan Manajemen
Analisis Keuangan dan Kelayakan Investasi
Manajemen Risiko dan Mitigasi
Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
Rencana Implementasi dan Timeline
Penutup dan Permohonan
Lampiran

1. Ringkasan Eksekutif
Proposal ini mengajukan pembangunan kebun kelapa genjah terintegrasi dengan unit hilirisasi berbasis prinsip zero waste di atas lahan 81 hektar. Proyek ini merupakan inisiatif strategis dua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mengonversi modal kerja menjadi aset produktif jangka panjang, menciptakan pendapatan berkelanjutan, dan mencapai kemandirian finansial.
Kelapa genjah hibrida secara umum memiliki nama ilmiah Cocos nucifera L.. Sebagai tanaman hasil persilangan antara jenis kelapa genjah (kurang dari 5 tahun sudah berbuah) dan kelapa dalam, kelapa hibrida ini memiliki keunggulan batang rendah, buah lebat, dan masa produktif lebih cepat. 
Nama Ilmiah: Cocos nucifera L.
Karakteristik: Pohon pendek (kurang lebih 4-5 meter), berbuah dalam 3-4 tahun.
Kelebihan: Produktivitas tinggi (mencapai 140 butir/pohon/tahun pada umur 3-4 tahun).
Penggunaan: Sangat baik untuk konsumsi kelapa muda dan industri.
Jenis Genjah: Varietas genjah yang sering disilangkan termasuk kelapa gading (Cocos nucifera var. eburnea), kelapa hijau (Cocos viridis), dan kelapa merah.
Kelapa hibrida merupakan varietas unggul yang sangat baik untuk dibudidayakan di lahan pekarangan maupun perkebunan
Nilai Investasi Awal: Rp 550.000.000 (dari sumber CSR/PKBL).
Sumber Pendanaan yang Diharapkan: Tambahan pembiayaan dari perbankan untuk modal kerja dan ekspansi fasilitas hilirisasi.
Target Keuntungan Tahunan (Setelah Tahun Ke-5): Rp 800 - 1,2 Miliar dari seluruh rantai nilai.
Poin Kunci Kelayakan: Model bisnis berbasis KSO yang solid, lahan HGU yang jelas, pasar produk hilir yang berkembang, dan dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi dua desa.

2. Profil dan Legalitas Entitas Pelaksana
Nama KSO: Merah Putih Jatiroto (Konsorsium KDMP Rojopolo & KDMP Kaliboto Kidul).
Entitas
Peran dalam KSO
Legalitas
Pimpinan
KDMP Rojopolo
Lead Administrator: Bertanggung jawab atas administrasi, keuangan, perbankan, dan pelaporan.
NIK: 3508110060014. Badan Hukum: AHU-0009308.AH.01.29.TAHUN 2025.
Ery Abd. Nasir Pelupessy
KDMP Kaliboto Kidul
Operator Lapangan: Bertanggung jawab atas mobilisasi SDM, operasional harian, dan pengawasan teknis.
Dokumen legalitas terlampir.
[Nama Ketua]

Perjanjian KSO: sedang dalam proses perumusan dan pengesahan notaris, mengatur pembagian tugas, alokasi keuntungan (50:50), dan mekanisme penyelesaian sengketa.

3. Analisis Pasar dan Peluang Bisnis
Produk Inti: Bibit Kelapa Genjah, Kopra/Minyak Kelapa, Briket Arang Tempurung, Biomassa Pelepah, Coco Peat & Coco Fiber.
Analisis Pasar: Permintaan terhadap minyak nabati, bahan bakar ramah lingkungan (briket), media tanam organik, dan biomassa terus meningkat secara nasional dan global.
Strategi Pemasaran: Penjualan melalui offtaker tetap (mitra industri), koperasi regional, dan platform e-commerce produk pertanian.
Keunggulan Kompetitif: Integrasi dari hulu ke hilir (zero waste), biaya produksi terkendali melalui KSO, dan lokasi lahan yang strategis.

4. Rencana Operasional dan Teknis
Fase 1: Persiapan dan Penanaman (Tahun 1-2)
- Pemetaan lahan, pembersihan, dan pembuatan jalur tata udara.
- Pengadaan 10.000 bibit kelapa genjah bersertifikat.
- Penanaman dengan pola jarak tanam 8m x 8m.
Fase 2: Pemeliharaan dan Pembangunan Unit Hilir (Tahun 2-4)
- Pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama terpadu.
- Pembangunan bertahap 4 unit pengolahan.
Fase 3: Produksi dan Optimalisasi (Tahun 5+)
- Panen pertama dan operasional penuh unit hilirisasi.

5. Struktur Organisasi dan Manajemen
text
DEWAN PENASIHAT (Perwakilan Desa & PT SGN)
         |
    MANAJER KSO (1 Orang)
         |
    ----------------------------------------
    | |
ADMIN & KEUANGAN OPERASIONAL LAPANGAN
(KDMP Rojopolo) (KDMP Kaliboto Kidul)
    - Akuntansi & Pelaporan - Kebun & Panen
    - Hubungan Perbankan - Unit Pengolahan
    - Administrasi Legal - SDM & Logistik

6. Analisis Keuangan dan Kelayakan Investasi
6.1. Kebutuhan Investasi Awal (Tahun 1): Rp 200.000.000
Komponen
Rincian
Anggaran (Rp)
Persiapan & Bibit
Bibit, pembersihan lahan
85.000.000
Infrastruktur Awal
Mesin chopper, peralatan dasar
70.000.000
Saprodi & Tenaga
Pupuk, alat, upah
30.000.000
Operasional & Legal
Administrasi KSO, pendampingan
15.000.000
TOTAL


200.000.000

6.2. Proyeksi Keuangan Sederhana (Asumsi Tahun Ke-5 Stabil):
Sumber Pendapatan
Volume/Tahun
Harga Satuan (Rp)
Pendapatan Kotor/Tahun (Rp)
Kopra/Minyak
60 ton
12.000.000/ton
720.000.000
Briket Arang
20 ton
5.000.000/ton
100.000.000
Coco Peat
10.000 blok
8.000/blok
80.000.000
Biomassa
50 ton
1.500.000/ton
75.000.000
Total Pendapatan Kotor




≈ 975.000.000
Estimasi Biaya Operasional




≈ 350.000.000
Estimasi Laba Bersih Tahunan




≈ 625.000.000

6.3. Indikator Kelayakan (Untuk Analisis Bank):
Payback Period: Estimasi 6-8 tahun sejak awal produksi signifikan.
Break Even Point (BEP): Diproyeksikan tercapai pada Tahun Ke-4.
Rasio Keuangan: Rasio Lancar >1.5, Debt Service Coverage Ratio (DSCR) >1.3 (asumsi setelah pembiayaan).

7. Manajemen Risiko dan Mitigasi
Risiko
Tingkat
Strategi Mitigasi
Iklim & Hama
Sedang
Asuransi pertanian, pola tanam tumpangsari, pemantauan rutin.
Fluktuasi Harga
Sedang
Diversifikasi produk hilir, kontrak jangka panjang dengan offtaker.
Manajemen KSO
Rendah-Sedang
Kontrak KSO yang jelas, rekening bersama, audit berkala.
Gagal Bayar Pinjaman
Kritis (Fokus Bank)
Prioritas utama alokasi cash flow untuk angsuran. Skema escrow account untuk hasil penjualan.


8. Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
Sosial: Menyerap 25-30 tenaga kerja lokal tetap dan 50+ tenaga kerja musiman.
Ekonomi: Menciptakan pendapatan tambahan bagi anggota koperasi dan warga, serta surplus untuk pembangunan desa.
Lingkungan: Model zero waste, peningkatan tutupan hijau, dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil (briket/ biomassa).

9. Rencana Implementasi dan Timeline

10. Penutup dan Permohonan
Berdasarkan analisis komprehensif di atas, proyek ini layak secara finansial, teknis, dan sosial. Kami memohon dukungan pendanaan dari Bank [Nama Bank] untuk:
Modal Kerja Tahunan sebesar Rp 150.000.000 untuk biaya perawatan, panen, dan pemasaran selama 3 tahun pertama sebelum mencapai BEP.
Pembiayaan Investasi sebesar Rp 300.000.000 untuk melengkapi mesin unit hilirisasi guna memaksimalkan nilai tambah.
Sebagai bentuk komitmen, KSO siap menawarkan agunan berupa proyeksi hasil kebun dan menyetorkan cash flow hasil penjualan ke rekening yang dikelola bersama Bank.

11. Lampiran (Dokumen Wajib untuk Verifikasi Bank)
Akta Badan Hukum & SK Pengesahan kedua KDMP.
Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) yang notariil.
Surat Perjanjian Kerja Sama atau Izin Prinsip penggunaan lahan dari PT SGN Djatiroto.
Dokumen Kepemilikan atau Penguasaan Lahan (HGU) PT SGN.
Studi Kelayakan (Feasibility Study) sederhana yang mendalam.
Proyeksi Cash Flow 5 tahun detail.
Daftar Riwayat Hidup (CV) Pengurus inti KSO.
Surat Pernyataan Kesanggupan dan Dokumen Agunan (jika ada).

Dokumen ini disusun sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan kami menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan perbankan.
Hormat Kami,
Pengurus KSO Merah Putih Jatiroto
(KDMP Rojopolo & KDMP Kaliboto Kidul)

Komentar

Postingan Populer