Lagi, Tanah Perhutani di Petak 49A Tambak Ukir disewakan 2 Juta
Situbondo, 26 Februari 2022 - Masyarakat Transparansi Indonesia * * * Hasil kerjasama investigasi antara Lembaga MTI dan media lokal Pantura terkait lahan pertanian dan perkebunan disepanjang pingiran jalan Desa Tambak Ukir Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo, terlihat sangat kontras ketika banyak pohon kayu jati yg tumbuh dengan subur di sertai tanaman jagung diatas tanah Perhutani sebagai Operator Pelaksanan Kegiatan Pengusahaan Hutan diatas Tanah Negara, hutan tersebut adalah hutan HGU Perhutani dalam tata kelola KPH Divre Jawa Timur; tersebut sudah ada papan peringatan (banner) peringatan yang terbangun opini kepada semua masyarakat yang berani keluar masuk hutan tersebut ada sanksi pidananya. Satu sudut Tanah Negara yang tak ramah bagi para rakyatnya.
Diduga Sekitar pertengahan tahun 2021 telah terjadi transaksi jual beli lahan hutan lindung seluas 250m persegi di lokasi petak 49 A oleh oknum kelompok tani penggarap hutan sekaligus penggarap inisial B di jual ke masyarakat setempat inisial H,M warga tambak ukir,dengan nominal transaksi sebesar 2 Juta rupiah.
Hasil konfirmasi dan investigasi kepada Sdr. H.M dijawab spontan dan lugas,”iya benar mas saya membeli lahan tersebut dari pak B sebesar 2juta,tetapi disana saya bukan cuma tanam jagung,saya juga tanam pohon mangga,”ungkap H,M. Terus bagaimana kalau lahan itu ditutup,”iya gak pa apa mas hilang uang saya,karena itu hak perhutani,”kata beliau dengan nada rendah 25/02/2022.
Hasil konfirmasi ke pihak LMDH dan Mantri perhutani.”iya betul mas,memang ada oper alih lahan dan itu memang melanggar aturan Kerjasama Operasi Kehutanan dalam koridor kegiatan Perhutanan Sosial,laporkan aja dah mas,”ungkap ketua LMDH nya.
“Aduhhh !!! Makasih infonya mas,kalau bukan dari sampean saya tidak tau mas,siap terimakasih atas infonya dan saya akan segera tindak lanjuti,”kata pak mantri kartoyo.
Kepala Dusun setempat di Desa Tambak Ukir mencoba menghubungi B dan HM akan tetapi mereka menantang ,”iya sudah laporkan saja dah kalo memang saya salah ,”kata kedua staf perhutani melalui via chat WA kepada investigator MTI.

Komentar
Posting Komentar